Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Memberikan Arahan Tindak Lanjut PertanggungJawaban Anggaran dan Dampak Kepada Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Memberikan Arahan Tindak Lanjut PertanggungJawaban Anggaran dan Dampak Kepada Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, dr.Freddi Seventry Sibarani,MKM., tetap melakukan koordinasi, diskusi dan arahan ke seluruh bidang dan juga ke seluruh UPT.Puskesmas di Kabupaten Toba untuk melakukan layanan publik dengan melakukan upaya promotif, preventif dan kuratif yang setiap kegiatan yang harus berdampak langsung kepada masyarakat.

Salah satu arahan agar tetap melakukan perencanaan yang baik, baik itu dalam usulan SSH yang wajib menyampaikan tiga pembanding karena ada rapat pembahasan perubahan APBD 2026 melihat juga bagaimana kondisi keuangan daerah untuk maka maka diiventarisasi kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan mendukung Visi “Toba Mantap” dan target kinerja organisasi perangkat daerah Dinas Kesehatan.

Dan kegiatan yang bersifat pelayanan dasar dan SPM agar tidak ada hambatan agar laporan tetap disampaikan yang dikumpulkan dibagian Sub.Bag.Program Informasi Kesehatan dan Humas karena hal yang sudah dikerjakan tentu sudah direncanakan dan dapat dipertanggungjawaban yang tidak hanya anggaran tetapi juga kegiatan terlaksana dan berdampak dilihat dari mutu pelaksanaan kegiatan tersebut .

Dinas Kesehatan harus memiliki Tim TPCP yang harus memiliki jadwal turun ke Puskesmas sekaligus evaluasi akreditasi di tahun 2023 karena hal ini juga tertuang dalam MCP KPK dalam perencanaan.

Tindak lanjut usulan 3 (tiga) UPT baik Labkesmas, BLUD, PSC 119 akan disegerakan laporan diawali dengan jadwal rapat, dan harus diinventarisasi kebutuhan tersebut di perubahan APBD 2026.

Kegiatan yang bersifat promotif dan preventif kebutuhan terhadap vaksin Rabies tinggi maka harus dilakukan upaya komunikasi, Dinas Kesehatan berusaha melakukan efektivitas pengeluaran VAR tetapi harus diperhatikan kasus terutama gigitan anjing. Kondisi efisiensi anggaran karena provinsi tidak lagi distribusi VAR, maka stok yang tersedia di belanja 2026 APBD dibutuhkan upaya masif membangun koordinasi, sosialisasi, dan komunikasi, edukasi kepada masyarakat.

Melakukan upaya agar seluruh kejadian sakit ditengah-tengah masyarakat dapat dicegah, agar juga masyarakat bisa memahami kondisinya maka perlu kita lakukan perencanaan yang baik. Maka seluruh bidang dan sub bag agar membangun dan mengkreatifkan dan membuat satu informasi edukatif kepada masyarakat terkait program masing-masing termasuk kepegawaian. Dan juga lakukaN inovasi tentang distribusi obat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.