Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Tetap Melaksanakan Program Kegiatan Yang Menjadi Tugas dan Tanggung Jawab Dengan Tetap Melakukan Koordinasi

Dinas Kesehatan Kabupaten Toba Tetap Melaksanakan Program Kegiatan Yang Menjadi Tugas dan Tanggung Jawab Dengan Tetap Melakukan Koordinasi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba dr. Freddi Seventery Sibarani,MKM., mengajak seluruh pegawai yang ada di lingkungan Dinas Kesehatan baik Puskesmas dan Rumah Sakit untuk tetap melaksanakan segala tugas dan tanggung jawab ada atau tidaknya anggaran program harus tetap berjalan untuk meningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Toba, Kepala Dinas menghimbau agar kegiatan harus yang memberi dampak kepada masyarakat, untuk itu tidak henti-hentinya dalam apel pagi sebagai awal memulai kegiatan memberikan arahan yang agar dipahami masing-masing pemegang program.

Untuk itu beberapa arahan pada Rabu, 22 Juli 2026 di apel pagi Dinas Kesehatan Kepala Dinas menyampaikan :

  1. Hari ini seluruhnya hadir karena hari ini ada kegiatan Kunjungan Wamenkes ke RSUD Porsea, untuk memastikan dukungan pelaksanaan program tracing TBC (Tracing TBC, juga dikenal sebagai Investigasi Kontak, adalah kegiatan sistematis yang dilakukan oleh petugas kesehatan atau kader untuk menelusuri individu yang pernah kontak langsung dengan pasien TBC, baik yang sudah maupun yang belum menjalani pengobata), Wamenkes meminta waktu diskusi dan ramah tamah, undangan yang dihadirkan seluruh Kepala Puskesmas, Pegawai RS dan Dinas Kesehatan dan Camat,maka seluruh pegawai ikut kegiatan bergabung pada jam 13.00 WIB di rumah sakit, kecuali beberapa yang pergi melayat karena emergency;
  2. PSC 119 dan tim jam 12.00 WIB sudah dilokasi di RSUD Porsea dengan pakaian lengkap dan mobil ambulance sudah terparkir di RSUD;
  3. Membuat permohonan proposal di kunjungan Wamenkes yang akan disampaikan terhadap dukungan pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian target Misi dan Visi Toba Mantap khusus bidang Kesehatan dalam berbagai aspek fisik dan non fisik, karena kondisi keuangan APBD sangat terbatas terlihat dari dari pembahasan kebijakan umum anggaran di APBD Perubahan Dinas Kesehatan mendapat tambahan 1,3 M yang harus berbagi dengan rumah sakit untuk juga mendukung program prioritas memastikan pelaksanaan program lagi diupayakan 15 M dari pihak ketiga untuk mendatangkan mesin agar teman kita dan keluarga kita (masyarakat) yang menderita CKD (gagal ginjal kronis) dapat berobat di dalam Kabupaten;
  4. Di rumah sakit porsea ada pembangunan rawat inap jiwa, cathlab, layanan NICU dan PICU tahun 2026 akan berjalan sementara kapasitas daya harus ditambahi pembangunan trafo PLN;
  5. Untuk mendukung program prioritas nasional juga MBG ada sanitarian kit yang dibelanjakan;
  6. Memastikan program berjalan dan terlaksana dengan baik dengan merealisasikan fisik dan keuangan agar pada saat pembahasan APBD Perubahan agar maksimal mengejar bulan berjalan 2026 dan arus kas minimal 50 persen; puskesmas agar PMT berjalan atensi;
  7. Memastikan seluruh program berjalan dengan turun langsung, efisiensi cost efektivitas penggunaan seluruh BHP dan Obat-obatan dan akuntabel dan catatan pelaporan menjadi hal utama;
  8. Program terbaik cepat dari 8 Nawacita Presiden agar diperhatikan (yaitu pemeriksaan kesehatan gratis untuk semua kelompok umur, penurunan kasus TBC, dan pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal);
  9. Penggunaan armada roda empat harus menggunakann panduan dan diketahui oleh atasan karena Desember ada kegiatan post pam, mencoba untuk efisiensi ikut juga pemeliharaan seluruh roda empat;
  10. Kegiatan Fogging, dan PSC 119 agar diberikan laporan yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.