Tanggal 22 September tim pendamping posyandu hadir di Kabupaten Toba dan sudah melakukan pembinaan di posyandu hebra (desa Narumonda 1), pelaksanaan posyandu sudah terformat dengan baik tetapi harus merubah pola walaupun sudah dijelaskan fungsi dari perangkat lintas sektoral harus ditempatkan pada posisi dan kepala desa juga harus memiliki tanggung jawab maka yang sudah dicontohkan agar dilaksanakan di posyandu lain dan agar berdampak, misal data sasaran penduduk disajikan di setiap posyandu maka menjadi awal bergerak pendaftaran jika tidak hadir maka dibahas untuk cara menghadirkan tidak hanya sekedar yang hadir di daftarkan tetapi daftar nama yang harus dihadirkan.
Ketika turun lakukan melakukan pembahasan di tingkat sektoral atau desa dan kecamatan karena ini sangat berdampak. Pola kerja harus berubah hadirkan layanan ILP dan jangan menjauh dari meja pelayanan dan lakukan pendampingan agar melakukan prinsip kemandirian dengan pelan-pelan.
Disiplin pegawai sangat diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Toba. Disiplin ASN agar serius memperhatikan karena penting satu gerak langkah untuk memperhatikan pekerjaan seiring dan sejalan memiliki tujuan yang sama.
Kita perlu melihat situasi nasional saat ini, ada atensi pemerintah pusat dalam hal pengelolaan keuangan negara maka untuk memperhatikan efisiensi dalam penggunaan anggaran dan akuntabilitas agar dilakukan dengan baik sampai kepala unit pelaksana teknis (Puskesmas) dan Rumah Sakit memperhatikan regulasi dan juknis yang berlaku.
Tindak lanjut rapat pimpinan (rapim) pada Kamis, 10 September 2026 agar tim percepatan cluster binaan (TPCB) tetap melakukan pendampingan ke bawah untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan terlaksana dengan baik, ada beberapa puskesmas harus mendapat perhatian dalam realisasi keuangan (DAK NF) termasuk JKN (seharusnya menjadi dana pendamping untuk mendukung operasional pelayanan di puskesmas) dan agar memperhatikan daya dukung JKN agar meningkatkan mutu dan kompetensi dengan merealisasikan ILP agar pengelolaan keuangan jangan sampai terlambat dan jangan membuat jarak dengan puskesmas karena beberapa puskesmas yang harus membutuhkan perhatian dan pendampingan full;
Pelaksanaan kegiatan misal PMT dan pelaksanaan kegiatan di dalam gedung dan kegiatan bersifat UKBM dan realisasi insentif UKM agar diperhatikan lebih baik.
Memperhatikan distribusi obat ke poskesdes dan pustu membuat evaluasi karena ini menjadi masukan agar tetap diperbaiki jika secara nyata ada yang melakukan tarif agar ditindaklanjuti dan tidak berkompromi dengan puskesmas dalam pengelolaan keuangan dan melihat pelaksanaan kegiatan clear and clean melihat perubahan maka kerjakan dan follow up puskesmas.
Pejabat fungsional dan pengelola kegiatan Dinas Kesehatan agar tegas melihat permasalahan misal input ke aplikasi jika terkait dengan masalah kegiatan agar segera diselesaikan dengan memperhatikan pengeluaran BHP, perjalanan dinas, obat, harus disertai dengan laporan yang lengkap;
Bidang PSDK obat distribusi agar KBK hijau maka perhatikan agar jangan BPJS mengeluarkan laporan puskesmas angka kontak laporan setiap hari dan lain-lain seharusnya hal itu menjadi laporan puskesmas dahulu, maka TPCB perhatikan dan carikan solusi karena hal ini dapat diperbaiki;

Leave a Reply